Apel Gabungan di Garut: Emak-Emak PKK Didorong, Transaksi Tunai Mulai Ditinggal

By Admin


nusakini.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Senin (26/1/2026). Agenda ini diwarnai penyerahan berbagai penghargaan sekaligus dorongan serius menuju penggunaan transaksi non tunai di seluruh perangkat daerah.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan peran PKK sangat strategis karena mampu menjangkau langsung kehidupan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

“PKK ini kumpulan ibu-ibu yang punya komitmen kuat membantu keluarga, desa, dan masyarakatnya. Banyak pekerjaan yang tidak bisa ditangani ASN, tapi bisa dijalankan PKK. Itu sebabnya harus didukung,” tegas Syakur.

Selain itu, Pemkab Garut mulai mempercepat transformasi transaksi non tunai agar seluruh belanja daerah tercatat rapi dalam sistem perbankan.

“Kita akan lakukan monitoring bertahap terhadap seluruh aktivitas transaksi,” kata Syakur.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Garut juga memberikan penghargaan kepada relawan Tagana yang terlibat dalam penanganan bencana banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, hingga Kabupaten Nagan Raya.

Tak hanya itu, secara simbolis diserahkan pula kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi buruh tani, meliputi 1.139 pekerja di Kecamatan Leles dan 1.029 pekerja di Kecamatan Tarogong Kaler sebagai bentuk perlindungan sosial.

Di bidang prestasi, TP PKK Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, meraih Juara Dua Pilot Project Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.

Sementara itu, kategori implementasi transaksi non tunai terbanyak diraih oleh Sekretariat DPRD Garut, disusul Diskominfo dan Dinas Kesehatan. Untuk wilayah kecamatan, Karangpawitan menempati posisi teratas.

Transformasi sistem keuangan non tunai dan penguatan peran PKK diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik serta memperkuat pengawasan anggaran daerah. (*)